Random

Get this widget!

Pilih Font

Minggu, 18 September 2016

Pantai Jogan, Pantai Baru Sungguh Elok dengan Air Terjun Menghiasi Bibir Pantai

Print Friendly and PDF

Diantara banyaknya Pantai di Gunungkidul mungkin Anda belum pernah mengunjungi pantai ini. Pantai-pantai yang dikenali banyak orang adalah Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Watukodok, Pantai Sepanjang, Pantai Krakal, Pantai Drini, Pantai Sdranan maupun Pantai Slili juga Pantai Indrayanti. Ada lagi satu pantai yang elok di wilayah pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Pantai Jogan,..ya pantai ini belum banyak diketahui orang-orang pada umumnya. Pantai ini dekat dengan pantai Siung. Mungkin sekitar 2 kilometer jaraknya.  Pasir putih dan bebatuan besar menghiasi wajah pinggiran pantai Jogan ini.

Untuk perjalanan ke sana, saya menggunakan mobil keluarga. Jalanan sempit dan licin disertai beberapa
bagian jalan belum beraspal. Jadi hati-hati kalau ada mobil yang kebetulan berlawanan arah, kita harus mencari jalan yang sedikit lebar agar bisa berpapasan. Namun saaat perjalanan tersebut, tidak kutemui satu mobilpun lewat. Hanya kadang bertemu dengan beberapa motor saja.
Di wilayah kabupaten Gunungkidul ini, satu-satunya pantai yang dihiasi dengan air terjun hanyalah Pantai Jogan ini. Air terjun ini sering digunakan untuk mandi, karena air ini jernih dan merupakan air tawar berasal dari mata air di pegunungan. Bukan air hujan atau air laut.
Di pinggiran pantai, tepatnya dibawah air terjun, saya menemukan sebuah terowongan atau lubang yang gelap. Barangkali itu adalah goa. Namun karena terbatasnya waktu, saya ndak sempat melihat-lihat dalam lubang pinggir pantai tersebut. Apalagi pantai ini masih tergolong alami (natural).  Beberapa Stalagtit menghiasi langit-langit atas dari tebing di dekat air terjun itu. Wow... pantai yang sejuk dan asri.  
Meskipun hari sudah mendekati senja, kucoba naik ke atas bukit di dekat pantai Jogan. Saat anak-anak dan istri saya bermain di pantai tersebut. Dengan menyusuri jalan setapak dan seorang diri, bahkan tanpa menggunakan alas kaki. Kurasakan nikmatnya terapi kerikil-kerikil kecil di kakiku.  Bukit yang sepi dan benar-benar masih natural...Disaat itu saya bertemu dengan seekor monyet hutan yang berlari...hatiku sempat berdegub..apalagi saya berjalan tanpa membawa peralatan perlindungan diri. Namun rasa penasaranku akan indahnya bukit tersebut tidak menyurutkan langkahku dalam menyusuri bukit yang sejuk di atas pantai Jogan ini.
Dalam perjalanan nan sulit dan harus hati-hati,..aku menikmati suara deburan ombak dan terkadang siualan
angin besar yang menderu diatas sebuah bibir jurang. Memang kadang membuat suasana batin ini menjadi sunyi. Namun kurasakan kedamaian. Di pantai ini belum ada infra struktur seperti listrik PLN atau bahkan sinyal Handphone. Jadi Anda harus benar-benar hati-hati apabila berada di tempat ini.
Setelah memakan waktu sekitar 45 menit, saya kembali turun ke pantai untuk menemui anak-anak dan istriku untuk bergegas pulang ke Jogja yang berjarak lebih dari 75km dari Pantai tersebut. Apalagi saya tidak bisa berkomunikasi dengan mereka.  Untuk lebih detailnya silahkan melihat foto-foto dan video saya saat di pantai tersebut bersama keluarga saya. Kondisi pantai yang saya tampilkan adalah hasil kunjungan saya pada bulan Juli 2013. Semoga sekarang sudah mendapatkan sentuhan dari pemerintah sehingga pantai ini makin elok dan menawan.

Berikut link video saya di Youtube saat jalan kaki di tebing pantai Jogan

0 komentar:

Posting Komentar