Random

Get this widget!

Pilih Font

Selasa, 06 September 2016

Karyawan Mendapat Tambahan Pekerjaan ...Tapi. Tidak Mendapatkan Gaji Tambahan...?? MAUKAH KITA?

Print Friendly and PDF

Banyak karyawan berpikir kalau mendapatkan pekerjaan tambahan diluar job, maka perusahaan akan memberikan gaji tambahan. Bahkan kadang kalau ternyata sudah mengerjakan pekerjaan tambahan diluar job yang seharusnya dikerjakan, ketika karyawan tersebut tidak mendapatkan gaji tambahan, karyawan tersebut akan merasa kerja tidak digaji?
Atau dengan kata lain, maukah Anda mendapatkan pekerjaan ekstra tanpa bayaran esktra? Maukah Anda kerja lembur tanpa mendapatkan uang lembur? Maukah Anda diberi tanggung jawab yang lebih besar tapi gaji tidak mengalami perubahan?
Banyak karyawan jelas akan menjawab, 'Tidak maul" Mereka punya pandangan : harus dibayar sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Mengerjakan banyak dibayar banyak. Bekerja ekstra, mendapat bayaran ekstra. Tanggung jawab lebih besar, berarti gaji yang lebih besar. Jika Anda seperti ini, Anda tidak sendiri. Mayoritas karyawan memang akan memiliki pendapat  seperti ini juga.  Sedikit saya mau cerita 3 hal pengalaman saya terkait hal ini.
           
              A. Sedikit berbeda dengan pengalaman saya. Waktu itu di tahun 2004, saya menjabat sebagai PIC HC3. (Honda Customer Care Center) Departemen ini bertugas melayani konsumen dan menjadi media yang menjembatani antara konsumen dan perusahaan. Disamping juga mensupport penjualan dan meningkatkan image perusahaan. Sebagai departemen yang berdiri baru 1 tahun, maka banyak program dan budget yang masih perlu diolah dan direvisi serta dikembangkan.
Saya teringat salah satu program training kepada karyawan adalah training CS Skill 1 dan CS Skill 2.  Training CS Skill 1 mengajari hospitality karyawan termasuk diantaranya sikap duduk, jalan, berdiri, seragam, tatap mata, dandan dan lain sebagainya. Waktu itu perusahaan meminta supaya masing-masing peserta disyuting dengan menggunakan video untuk diputar dan dilihatkan kepada peserta agar bisa dievaluasi.
Perusahaan saya waktu itu belum memiliki handycam. Maka pada saat itu dengan sedikit tabungan yang ada, saya membeli handycam pribadi. Memang kantor sedang proses membeli juga, namun sambil menunggu handycam yang dibelikan kantor, saya menggunakan handycam pribadi saya untuk melakukan aktivitas training. Bahkan ADH saya Pak Djonie sempat juga meminjamkan DVDplayer miliknya pribadi untuk kami gunakan memutar video training sambil menunggu video player yang dibelikan kantor.
Untuk laporan-laporan yang juga menyertakan foto-foto kegiatan,  karena terbatasnya kamera, maka sayapun menggunakan kamera pribadi.   Editing foto atau video saya lakukan diluar jam kerja. Saya berfikir meski ini merupakan tambahan pekerjaan baik dari sisi waktu biaya dan tenaga, namun pada akhirnya ternyata saya mendapat manfaat dari keahlian editing video dan foto sampai hari ini. Bahkan saya sekarang bisa membuat materi presentasi online dari slide-slide powerpoint dengan resolusi bagus dan dikombinasikan dengan suara-suara saya. Dimana ini belum pernah saya melihat presentasi-presentasi seperti ini di perusahaan saya sekarang. Bahkan akhirnya sekarang saya dapat editing audio dan saya kombinasikan dengan video live dengan kualitas suara yang jernih seperti video anak saya saat nyanyi yang saya upload ke youtube.

              B. Pengalaman saya saat membuat program SMS Gateway.
Tahun 2011 saat itu belum musim SMS broadcast. Kalaupun ada maka harganya sangat mahal. Apalagi perusahaan sedang melakukan pengetatan budget.  Beberapa perusahaan lain kadang saya lihat mereka punya SMS broadcast, tapi merupakan hasil karya vendor.  Maka di tahun itu saya mencoba membuat SMS gateway dan berhasil hingga sekarang saya gunakan untuk SMS broadcast kepada pelanggan Honda atau FLP tanpa harus membebani perusahaan tempat saya bekerja.

              C. Pengalaman saya saat menjadi PIC DOS. (Dealer Operational Standard).
Saya berfikir bahwa itu sebenarnya bukan KPI HC3, namun saya mencoba menjalankan tugas-tugas untuk DOS ini dengan baik, meskipun secara wewenang, saya tidak punya power untuk mengatur departemen lain dan dimana DOS ini sangat harus melibatkan dengan departemen lain.  Dimana kadang departemen lain memiliki KPI yang padat juga  tentunya. Sehingga  untuk meeting di luar KPI mereka tentu perlu negosiasi dan ketergantungan dari departemen tersebut. Saya menyadari dengan segala kekurangan dan keterbatasan maka saya menjalankan semampu saya.

Memang kadang terlihat tidak fair, tapi sesungguhnya kalau kita tidak mau mengerjakan tambahan job atau pekerjaan diluar KPI yang kadang muncul, maka kita  kehilangan begitu banyak kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi yang terbaik
Ketika Anda dipercaya tanggung jawab yang lebih besar, ambillah tanggung jawab itu dan lakukan yang terbaik. Tidak peduli apakah Anda mendapat tambahan gaji atau tidak. Seandainya tidak dapat tambahan gaji , Anggaplah Anda sedang "kursus" secara gratis dan kelak akan berguna dimanapun Anda berada termasuk mungkin diperusahaan Anda sendiri tentunya

0 komentar:

Posting Komentar