Random

Get this widget!

Pilih Font

Selasa, 17 Juni 2014

Agar Usaha Kecil Nampak Besar

Print Friendly and PDF


1. Gunakan angka besar 
Jika usaha memang baru saja dirintis, Anda tentu tidak bisa mengubah berapa lama (angka tahun) Anda sudah berbisnis. Namun, Anda bisa mengubah angka pada faktur. Angka "24" di sisi atas faktur tentu akan menciptakan kesan di benak konsumen bahwa Anda belum lama berbisnis (dan mungkin dianggap belum berpengalaman). Beda halnya jika di faktur itu tertulis angka "10024', misalnya, ini akan membuat kesan seolah  Anda  sudah  memiliki  banyak  konsumen  dan berpengalaman. 


2. Kembangkan situs 
Situs bisa dikatakan sebagai "kantor cabang''sebuah usaha di seluruh  kota  dan bahkan  dunia,  karena  itu, jika Anda memutuskan untuk membuat website, maka pastikan Anda benar-benar membuat website itu mencerminkan profesionalisme.  Website  yang  seadanya justru  akan menyiratkan kesan "amatiran" di benak konsumen terhadap usaha. Namun jika usaha memang belum cukup besar, dan dananya juga terbatas, blog gratis seperti blogspot, wordpress, dsb. atau bahkan jejaring sosial seperti FB dan twitter bisajuga dimanfaatkan.

3. Kembangkan jaringan 
Jejaring sosial seperti FB dan Twitter bisa dimanfaatkan. Namun jika tidak diseriusi, situs-situs jejaring sosial ini justru akan menjadi bumerang. Saat Anda sudah memutuskan untuk membuat akun di situs jejaring sosial, pastikan sudah ada komitmen untuk terus membangun jaringan. Akun jejaring sosial  yang  tidak  update,  tidak  memliiki  banyak fans/teman/pengikut justru akan memberi kesan usaha Anda tidak profesional.

4. Branding
Jika melihat perusahaan-perusahaan besar, logo dan nuansa pemasaran mereka biasanya konsisten. Demikian juga halnya, saat hendak memasarkan bisnis, pastikan logo, jenis huruf, wama, dsb. seialu konsisten. Saat Anda konsisten, usaha Anda akan lebih mudah dikenali dan terlihat profesional. Karena itu, tidak ada salahnya mengivestasikan sedikit lebih banyak uang untuk menyewa seseorang yang memang memiliki keahlian dalam bidang desain.

5. Nama emai 
Meski remeh, nama email juga berpengaruh besar dalam menciptakan kesan. Hindari menggunakan angka-angka untuk  email  usaha  atau  pribadi  Anda,  missal sandi9SO@gmail.com.  Agar tampak besar, pastikan nama email sebaiknya mengandung nama lengkap atau nama usaha. Dan jika namanya lebih dari satu kata, pakai saja tanda underscore (_) agar koosumen lebih mudah mengingatnya. Selain itu masalah domain juga perlu diperhatikan. Dengan pembelajaran  leblh  lanjut mengenal email, Anda  bisa mengganti domain gmail misalnya, dengan nama usaha Anda. Jadi,  bukan  lagi  sandi_putra@gmail.com,  namun sandrLputra@leadership-training.com

6. Pengirim email 
Dalam berinteraksi dengan klien atau konsumen, penting juga untuk memperhatikan aspek penggunaan nama pengirim. Alih-alih menggunakan nama sendiri, gunakan nama atau istilah yang akan menciptakan kesan bahwa usaha sudah cukup besar. Misalnya, "Divisi Marketing", "Bagian Penjualan", dan sebagainya. Juga, Jangan lupakan signature yang setidaknya berisi nama kantor, akun FB atau Twitter kalau ada, website, no telp/fax.

7. Etika menerima telpon 
Jika memungkinkan, usahakan yang menerima te!epon bukan Anda sendiri sebagai pemilik usaha. Dan selain itu, pastikan juga untuk memiliki sapaan khusus saat menerima telepon.  Jangan sekadar katakan "Halo", misalnya, tapi "Selamat siang (nama perusahaan) bisa dibantu?" 

8. Packaging 
Jika ingin terlihat separti usaha yang profesional dan-besar, maka Anda juga harus kelihatan profesional. Bagaimana kemasan produk Anda, apakah sudah memenuhi syarat "branding" pada poin kedua? Lalu jangan lupa, bagaimana dengan tas kreseknya? Apakah cuma tas kresek hitam atau putih biasa atau sudah memiliki logo usaha? Bagainiana juga dengan penampilan karyawan misalnya, apakah sudah berseragam?

0 komentar:

Posting Komentar