Random

Get this widget!

Pilih Font

Minggu, 02 Maret 2014

8 Kebiasaan Istri yang Menghormati Suami

Print Friendly and PDF

Menghormati suami adalah perintah Tuhan. Namun, apakah ini kita harus memperlakukannya seperti  raja dan kita hanya menjadi pembantu? Tentu saja tidak. Jangan bayangkan hal seperti  itu sehingga Anda lalu enggan menghormatinya. Sadarkah Anda jika cukup dengan melakukan hal-hal berikut ini saja, maka suami sudah merasa dihormati?
    
1. Meminta Nasehatnya
Melibatkannya mengambil sebuah keputusan menunjukkan kita menghormati pendapat dan kemampuannya sebagai pengambil keputusan. Tidak hanya untuk hal-hal yang memang penting, tapi usahakan libatkan juga dalam hal sederhana seperti memutuskan menu makan malam, baju yang akan kita pakai, dan sebagainya. Tapi, jangan lerlalu sering melakukannya juga tanpa melihat kondisi sehingga suami justrumenganggap kita manja dan tidak kreatif.


2. Mengingat Kata-katanya
Mengingat kata-katanya dan menindaklanjutinya di kemudian hari akan membuat suami merasa speslal. Coba Ingat bagaimana saat kita dulu pernah sepintas lalu menginginkan sesuatu dan kemudian suami memberikan barang itu sebagai kejutan di kemudian hari. Kita tentu merasa kita special, karena ia tidak hanya mendengarkan kita, namun juga sudah berusaha untukmewujudkan keinginan kita. Nah, suami pun demikian.

3. Membanggakannya
Banyak Istri suka bercerita tentang suami mereka, tapi hanya tentang hal-hal yang negatif saja. Nah, selain itu tidak bijak, jika Anda ingin suami merasa dihormati, cobalah ceritakan tentang segi positif dari dirinya. Namun hati-hati juga agar jangan sampai ini justru membuat suami merasa dipermalukan. Tidak periu beriebihan tapi pujilah dia di porsi yang tepat. Balk ltu di depan teman-teman Anda, teman-teman suami, atau anak-anak dan ibu atau mertua Anda, baik saat dia ada maupun saat dia sedang tidak bersama Anda.

4. Terbuka
Dengarkan keputusan suami, bukan atas dasar ketaatan yang buta, tapi pola pikir yang terbuka. Alih-alih keras kepala dengan keinginan sendirl dan menolak pendapatnya begitu saia, disiplinkan diri untuk menahan diri sebelum memahami dulu gagasannya. la akan leblh merasa dihargai saat kita menunjukan diri menghormati kebijakan dan kepemimpinannya.  Dengan sikap ini juga, saat kita tidak setuju pun, ia tetap tidak akan merasa  tersinggung.

5. Mendukung Cita-citanya
Tahukah Anda cita-cita suami? Mungkin ia tidak mengutarakannya secara gamblang, tapi jika kita mau memerhatikan perkataan dan sikapnya yang mungkin merefleksikan kerinduannya untuk hidup dan keluarganya, kita pasti mengetahuinya. Selama itu positif, tentu saja kewajiban kita adalah memberikan dukungan atas usahanya. Saat ia tahu hal ini, maka itu akan membuatnya merasa ditolong.

6. Minta Maaf
Ketika kita melakukan kesalahan, sering kali kita sekadar membuka pembicaraan dengannya. Jika ia kemudlan masih mau membahas masatah tadi, baru kita mungkin minta maaf. Tapi, bagaimana jika tidak? Inilah yang membedakan. Konflik akan memperkuat relasi jika konflik itu berakhir dengan baik dan damai, dan salah satu syaratnya adalah adanya kerendahan hati untuk minta maaf. Diperlukan sikap rendah hati dan mengesampingkan ego di sini. Tapi, percayalah jika buahnya pasti manis.

7. Pendapat Ayah
Kebanyakan anak memang cenderung lebih dekat dengan ibunya, apalagi jlka ibu rumah tangga. itu sebabnya, sering kali anak lalu lebih merasa nyaman jika meminta sesuatu (izin, uang jajan, dll) pada lbunya, tanpa meminta pendapat ayah. jika ini terjadi, ubahlah hal ini. Tanamkan bahwa anak juga harus menyadari bahwa peran ayah luga sama pentingnya dengan peran lbu. Ayah bukanlah sosok yang bertugas menghukum, melarang, atau memarahi saja. Tetapi ayah
adalah pemimpm keluarga yang harus dilibatkan dalam hidup anak.

8. Hormati Dia di Depan Orang Lain
Ini jelos. Marah-marah, mengomeli suami di depan umum jelas akan menghancurkan harga dirinya. Hindari hal ini. Ketidaksetuiuan lebih balk diungkapkan secara 4 mata.

dari buku : Spirit for Women. Edisi Sept 2013 cetakan Spirit Graphic

0 komentar:

Posting Komentar