Random

Get this widget!

Pilih Font

Selasa, 04 Maret 2014

8 Jebakan Dalam Menjual

Print Friendly and PDF

Dalam bisnis, menjual adalah satu aktivitas mutiak. Pasti dan
harus dilakukan untuk memperoleh keuntungan. Narnun, apakah selama ini Anda sudah menjual dengan cara yang tepat? Atau jangan-jangan, tanpa Anda sadari Anda terjebak dalam beberapajebakan umum yang serfng terjadi benkut ini?

1. Design Promosi Bagus Pasti Laku
Prinsip  strong  visual  memang harus diberlakukan dalam menjual. Dengan visual yang bagus dan keren, maka setidaknya target market akan cenderung menjadi lebih tertank untuk mencari tahu leblh banyak.
Narnun jangan lupa, desain yang bagus ini juga harus disertai dengan komposisi informasi atau pesan yangjefas (apa yang akan Anda jual, apa nilai  plus yang Anda tawarkan, dsb). Bahkan tanpa desain yang luar biasa pun (bagus saja), asal apa yang disampaikanjelas dan bahasanya juga tepat, besar kemungkinan promosi Anda itu justru akan berhasil.

2. Diskon Membuat Laris
Semua orang pasti suka barang diskonan, ini jelas. Narnun, sebenarnya poin pentingnya adalah value dan produk Anda. Coba amati, yang dicari konsumen biasanya adalah barang diskon yang terbukti memiliki kualitas balk dan cukup kuat brandnya. Jadi tahap awal yang sams terus dibenahi sebenarnya adalah produk dan brand kita. Anda tentu tahu Aqua. Produk
ini justru mulai diminati konsumen ketika berani menaikkan harga. Pada waktu itu, masyarakat menganggap karena harganya mahal, pasti kualltasnya juga bagus. Benar saja, Aqua pun kini merajai pasar.

3. Bahasa Sama untuk Semua Market
Banyaknya buku-buku bertema marketing tentu akan membantu membuka pikiran. Narnun,jangan asal juga  dalam  menerapkan teorinya, Karena pada faktanya, bahasa marketing tiap industry berbeda. Program cashback 10%
yang diterapkan toko elektronik tentu akan berhasil. Narnun jika program itu diterapkan pada jasa antar jemput anak,  misalnya, tentu tidak akan berhasil. Karena dalam bidang jasa antar jemput anak, kredibilitas Andalah yang akan menjadi perhatian konsumen, bukan harga.

4. Terus "Berburu"
Semakin  Anda meluangkan banyak waktu untuk "berburu" konsumen, memprospek banyak orang,maka akan semakin laris pula bisnis Anda. Di satu sisi, nampaknya memang benar, dan kemungkinannya untuk berhasil juga ada. Namun kenapa tidak mengolah saja konsumen yang sudah ada? Stop hunting (setidaknya untuk sementara), start cultivating! Konsumen yang puas adalah "marketing sales" yang jauh lebih baik (etektif) dari Anda dan bahkan staf penjuaian terbaik yang Anda pemah miliki.

5. Mencontoh Kompetitor
Kebanyakan bisnis, yang memiliki bidang industri yang sama,
biasanya mirip-mirip. Ini terjadi karena bisnis itu memakai bisnis
lain yang  sama sebagai  kiblat Cara publikasinya sama, standar dan metode operasionalnya juga sama, dan sebagainya. Padahal, kalau Anda ingin bisnis Anda unggul, maka Anda harus menjadi lain, atau unik. Jika bisnis Anda sama saja dengan bisnis lain di mata konsumen, kecil kemungkinan bisnis Anda mengalamiterobosan.

6. Daftar Prospek Usang
Dalam dunia marketing, ada ungkapan seperti ini: "Emas ada di antara daftar prospek." Tapi bagaimana jadinya jika daftarnya sudah usang (old), tentu tidak akan ada emas (gold) di sana. Sayangnya, banyak bisnis  terjebak dalam hal ini. Mereka tidak mengupdate daftar target market. Padahal seharusnya, daftar itu diupdate setidaknya 6 bulan atau 1 tahun sekali.

7. Mengabaikan After Sales Service
Tujuan  akhir  dari  menjual sebenarnya bukanlah barang laku
dan mendapatkan keuntungan dari sekali transaksi. Lebih dari itu,
yang disasar dalam marketing sebenamya adalah hubungan dengan konsumen yang balk. Karena itu, after sales service juga perlu  diperhatikan. Tanyakan apakah ia memiliki masalah dengan barang yang baru saja ia beli, tawarkan apa yang bisa Anda bantu, dan sebagainya. Semua itu pada akhirnya akan menciptakan repeat sales atau disebut repeat order.

8.Saya Tidak Bakat Menjual
Saya tidak pandai menjual. Marketing itu bukan bakat saya. Ini pemahaman yang salah. Setlap manusia sebenarnya berbakat dalam "menjual". Sebagai contoh jika kita melamar pekerjaan. Sadar atau  tidak,  kita  menjual kemampuan yang kita punya agar bias diterima di perusahaan tersebut. Contoh lain, ketika Anda baru selesai makan direstoran yang murah dan rasanya enak. Tentu Anda mempromosikan restoran itu kepada teman atau
saudara. Tanpa sadar, Anda menjadi seorang marketing untuk restoran tersebut, bukan? Maka dari itu bakat sebagai marketing sebenarnya sudah ada dari dalam kita sendiri. Tinggal kita asah.

Dari buku Spirit Motivator cetakan Spirit Graphic Juli 2013 

0 komentar:

Posting Komentar